Kamis, 06 Mei 2010

MENGINGATKAN SUAMI YANG SALAH

“Abi ini gimana sih?! Kan ummi sudah bilang, kacamata renang itu mau ummi pakai hari ini?! Kenapa abi tidak mengembalikan ke tas ummi lagi?!”

Telepon dengan nada tinggi itu membuat saya dan dua orang teman saya yang baru datang di kolam renang bengong. Aseli kaget.

“Ya sudah, ummi nggak usah renang saja!!” Klik, telepon diputus, lalu dilempar ke dalam tas. Lagi-lagi kami berpandangan. Untuk sesaat lamanya saya terdiam, seolah ada godam dihantamkan ke kepala saya, membuat saya tersadar akan sesuatu: suamiku di kantor pagi ini, apakah aku sudah menjadi istri yang baik untuknya?

Ribut istri versus suami dalam sebuah rumah tangga adalah sesuatu yang lumrah, wajar. Perbedaan pendapat, perbedaan keinginan, sering menjadi pemicu bentrok. Itu bumbu pernikahan. Kalau adem ayem terus, mana seru?

Tapi, yang harus diingat adalah bagaimana kedudukan seorang istri terhadap suaminya. Layakkah seorang istri membentak-bentak suaminya? Terlebih jika itu hanya untuk urusan sepele; kacamata renang, kaus kaki yang dilempar sembarangan, buku yang tidak dikembalikan ke tempat semula, baju kotor yang disimpan di lemari, dsb. Layakkah? Apalagi jika membentaknya di depan umum, didengar dan dilihat orang lain. Itu namanya menjatuhkan martabat suami.

Jika ingin mengingatkan, bukankah bisa menggunakan kata-kata yang lebih bijak dan enak di dengar? Suami tentu akan merasa sangat dihormati.Dan perlahan-lahan, ia akan mulai mengubah dirinya. Cara kasar akan membuat laki-laki merasa jenuh, lambat laun ia akan merasa tidak berharga jika istrinya sering memberlakukannya dengan seenak hati. Jangan salahkan kalau tiba-tiba laki-laki memilih pergi dan mencari wanita lain.

Gunakan sindiran halus. Misalnya, suami Anda sangat pelupa. Ia selalu lupa menaruh kunci motor, atau lupa menyimpan sepatunya di tempat yang benar. Tidak mengapa Anda mengingatkannya dengan sindiran halus, yang tidak membuatnya merasa tersinggung atau Anda melecehkannya.

Tulis di buku harian Anda berdua. Jika Anda sering menggunakan buku komunikasi suami-istri dalam rumah tangga Anda, tuliskan saja apa yang Anda inginkan dari suami Anda. Misalnya, Anda ingin suami Anda lebih teliti dan lebih disiplin lagi masalah kebersihan, itu bisa membuat suami Anda merasa lebih nyaman.

Nah, bagaimana menurut Anda? Siap menjadi istri yang baik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar